Jumat, 11 Januari 2013

kondisi penduduk indonesia


Geografi-Kondisi Penduduk Indonesia

* Kondisi Penduduk Indonesia *
1. Permasalahan kuantitas penduduk Indonesia dapat diamati dari jumlah, pertumbuhan, kepadatan, dan komposisi penduduk yang mendiami wilayah Indonesia.
2. Di kawasan Asia tenggara, jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan pertama.
3. Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat.
4. Urutan jumlah penduduk terbesar di dunia :
a. Cina
b. India
c. Amerika Serikat
d. Indonesia
e. Brazil
5. Jumlah penduduk diketahui melalui sensus penduduk. Di Indonesia, sensus umumnya diadakan setiap 10 tahun.
6. Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Ukuran yang biasa digunakan adalah jumlah penduduk setiap 1 km² atau setiap 1 mil².
7. Kepadatan penduduk berhubungan dengan persebaran penduduk di wilayah-wilayah tertentu. Permasalahan dengan kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata.
8. Sejak sensus penduduk tahun 1961 piramida penduduk Indonesia berbentuk limas / ekspansif artinya pada periode tersebut jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada penduduk usia tua.
9. Seseorang dapat dikatakan berada di bawah garis kemiskinan jika mengkonsumsi pangan kurang dari 2100 kalori per hari dan tidak dapat memenuhi kebutuhan selain pangan, seperti sandang dan papan.
10. Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan berbagai masalah antara lain :
a. karena kurangnya SDM pada daerah yang jarang penduduknya, maka kekayaan SDA yang terkandung didalamnya menjadikurang termanfaatkan.
b. daerah yang padat penduduk terjadi kelebihan SDM
c. pengangguran
d. permukiman kumuh
e. kemiskinan
11. Susunan penduduk berbentuk limas memberikan konsekwensi terhadap hal-hal berikut :
a. penyediaan fasilitas kesehatan. Terutama bagi anak-anak pada usia pertumbuhan/ anak usia balita.
b. penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah, usia 7-15 tahun.
c. penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk usia kerja, usia 15-64 tahun.
d. penyediaan fasilitas social lainnya yang mendukung perkembangan penduduk usia muda.
12. Untuk mengatasi permasalahan jumlah penduduk, pemerintah melakukan upaya-upaya antara lain :
a. pengendalian jumlah dan pertumbuhan panduduk
b.pemerataan persebaran penduduk
13. Pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk dilakukan dengan cara menekan angka kelahiran, upaya yang dilakukan adalah :
a. pembatasan jumlah kelahiran
b. menunda usia perkawinan
c. meningkatkan pendidikan
14. Pemerataan persebaran penduduk dilakukan dengan
a. transmigrasi
b. pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya
15. Transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.
16. Peningkatan kualitas penduduk dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dimaksudkan agar penduduk setempat, terutama yang tinggal di luar pulau Jawa memperoleh fasilitas pendidikan yang berkualitas.
17. Untuk mencegah migrasi dari dsa ke kota dilakukan dengan
a. pemerataan pembangunan hingga pelosok
b. perbaikan sarana prasarana dipedesaan
c. pemberdayaan ekonomi pedesaan
18. Kualitas SDM Indonesia, merupakan indicator kualitas penduduk Indonesia. Seperti yang ditunjukan oleh Human Development Indeks(HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
19. Kualitas SDM didasarkan pada :
a. kesehatan
b. pendidikan 
c. pendapatan penduduk
20. Kualitas SDM berkaitan erat dengan kesehatan penduduk, jika penduduknya sakit-sakitan berbagai program pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik.
21. Angka pelayanan kesehatan berkaitan dengan jumlah dokter. Indicator lain yang menunjukan kualitas kesehatan penduduk adalah :
a. angka kematian ibu dan bayi
b. angka harapan hidup penduduk
22. Angka kematian bayi dihitung dari jumlah kematian bayi yang lahir dan hidup per seribu bayi dalam satu tahun.
23. Meningkatkan gizi penduduk suatu negara dapat menurunkan angka kematian bayi dan balita. Peningkatan tingkat gizi penduduk juga berkaitan dengan meningkatnya angka harapan hidup penduduk suatu Negara.
24. Angka harapan hidup adalah angka perkiraan sampai berapa lama orang tersebut dapat hidup sejak orang itu dilahirkan.
25. Kemajuan ekonomi yang diperoleh oleh suatu Negara disebabkan oleh keberhasilan mereka dalam meningkatkan mutu SDM, terutama dibidang pendidikan.
26. Keberhasilan yang dicapai Indonesia adalah karena adanya kebijakan dibidang pendidikan yang diprioritaskan pada pendidikan dasar. Jadi pendiikan merupakan modal pembangunan yang penting disamping kesehatan.
27. Kualitas pendidikan yang terdapat di Indonesia dapat dilihat dari :
a. lama sekolah
b. tingkat melek huruf penduduk.
28. Lama bersekolah penduduk di Indonesia masih tergolong rendah, rata-rata 4,6 tahun (4,9 untuk pria dan 4,3 untuk wanita), artinya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rata-rata masih berada pada taraf pendidikan dasar.
29. Seseorang dikatakan melek huruf jika orang tersebut dapat membaca. Artinya tidak buta huruf. Angka melek huruf merupakan salah satu indicator kualitas penduduk suatu Negara.
30. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1998 turut mempengaruhi upaya peningkatan melek huruf penduduk Indonesia.
31. Tingkat pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu Negara dalam satu tahun.
32. Tingkat pendapatan per kapita berkenaan dengan daya beli dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biasanya pendapatan per kapita dihitung engan mata uang dolar Amerika (US$).
33. Tingkat pendapatan per kapita dipengaruhi juga oleh jumlah penduduk miskin.
34. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, antara lain:
a. Untuk mengatasi bidang kesehatan, dilakukan :
- penyusunan pedoman gizi yang terjangkau penduduk
- dibangun fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas
- jumlah dokter dan perawat yang ada ditambah dan disebarkan ke seluruh pelosok tanah air
b. Untuk mengurangi siswa yang putus sekolah, dilakukan :
- diadakan kelompok belajar sistem paket dan sekolah terbuka
- program wajib belajar 9 tahun
- program orang tua asuh
- pemberian bea siswa bagi murid yang kurang mampu
c. Untuk mengatasi kesenjangan sosial, dilakukan :
- program pengentasan kemiskinan
- program peningkatan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga
35. Permasalahan kuantitas penduduk dapat dilihat dari :
a. jumlah penduduk
b. pertumbuhan penduduk
c. kepadatan penduduk
36. Permasalahan yang dihadapi dari bertambahnya jumlah penduduk antara lain :
a. pemenuhan akan makan
b. kebutuhan perumahan yang semakin besar
c. ketersediaan lapangan pekerjaan
d. meningkatnya jumlah pengangguran
37. Kebutuhan yang semakin besar, namun ketersediannya semakin terbatas bahkan tidak terpenuhi, akan berdampak pada pembangunan.
38. Ketidak merataan jumlah penduduk dapat menimbulkan tingkat kemiskinan yang tinggi pada daerah perkotaan dan pedesaan.
39. Permasalahan kualitas penduduk berdampak pada proses pembangunan karena indikator-indikator permasalahan kualitas penduduk sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pembangunan.
40. Permasalahan yang ditimbulkan dari kepadatan penduduk adalah :
a. persebaran kepadatan penduduk yang tidak merata
b. kurang meratanya pembangunan di Indonesia
c. terjadinya kesenjangan antara daerah yang pembangunannya maju dan yang pembangunannya kurang maju
41. Permasalahan kualitas penduduk yang berdampak pada pembangunan antara lain berupa :
a. pendidikan
b. kesehatan
c. tingkat pendapatan per kapita
42. Pendidikan merupakan modal dari kemajuan pembangunan. Di Indonesia, kualitas pendidikan yang baik keberadaannya tidak merata. Kendalanya adalah kurangnya anggaran pendidikan yang disediakan.
43. Kurang meratanya kualitas pendidikan yang dirasakan antara daerah perkotaan dan pedesaan, memberi dampak pada pembangunan yang kurang merata pada daerah-daerah di Indonesia.
44. Selain pendidikan kesehatan juga merupakan indikator dari keberhasilan suatu wilayah/negara. Bila suatu wilayah memiliki tingkat kesehatan yang baik maka pembangunan akan berjalan baik pula.
45. Indikator tingkat kesehatan suatu wilayah itu baik atau tidak dapat dilihat dari :
a. angka kematian ibu dan bayi yang rendah
b. angka harapan hidup yang tinggi
c. tingkat pemenuhan gizi
46. Pemenuhan gizi penduduk merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan. Apabila suatu wilayah telah memenuhi ketersediaan gizi penduduknya dengan baik, maka penduduk yang menjadi SDM dalam pembangunan akan dapat melaksanakan pembangunan dengan baik.
47. Permasalahan kualitas kependudukan berhubungan tingkat pendapatan perkapita suatu wilayah.
48. Pendapatan perkapita dapat dijadikan tolak ukur apakah wilayah tersebut telah berhasil dalam pembangunan atau tidak . karena semakin tinggi tingkat pendapatan perkapita suatu wilayah maka pembangunan dapat dikatakan tercapai.
49. Berdasarkan data dari Indeks Pembangunan Manusia (IMP) menunjukan adanya perbedaan yang mancolok di beberapa daerah. Di Indonesia perbedaan ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi seperti adanya konflik sosial yang terjadi di daerah yang mengakibatkan penurunan IPM. Sehingga daerah dapat dikatakan pembangunannya belum tercapai.
50. Permasalahan yang dihadapi Indonesian dalam bidang kependudukan adalah masalah kualitas dan kuantitas penduduk Indonesia sebagai SDM.
51. Permasalahan kuantitas penduduk di Indonesia dapat diamati dari :
a. jumlah
b. pertumbuhan
c. kepadatan
d. komposisi penduduk yang mendiami wilayah Indonesia
52. Permasalahan kualitas penduduk di Indonesia berkaitan dengan :
a. tingkat kesehatan
b. tingkat pendidikan
c. tingkat pendapatan per kapita penduduknya

pengaruh letak geografis indonesia


PENGARUH LETAK GEOGRAFIS INDONESIA TERHADAP KONDISI ALAM DAN PENDUDUK

A.      PENGARUH LETAK GEOGRAFIS INDONESIA TERHADAP KONDISI ALAM DAN PENDUDUK
Pengertian letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk.
1.       Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Alam
Indonesia merupakan negara kepulauan yang merupakan pertemuan dua samudra besar (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia) dan diapit daratan luas (Benua Asia dan Australia). Hal itu berpengaruh terhadap kondisi alam.
a.       Wilayah Indonesia beriklim laut, sebab merupakan negara kepulauan, sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut yang mendatangkan banyak hujan.
b.       Indonesia memiliki iklim musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin muson yang berembus setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal ini menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.
2.       Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Penduduk
Karena Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) antara dua benua dan dua samudra, maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama.
b. Indonesia terletak di antara negara-negara berkembang, sehingga memiliki banyak mitra kerja sama.
c. Lalu lintas perdagangan dan pelayaran di Indonesia cukup ramai, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia dan menambah sumber devisa negara.
B.      PENGARUH LETAK ASTRONOMI INDONESIA
Jika kalian mengamati dengan saksama peta ataupun globe, akan kalian temukan adanya garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis-garis yang sejajar dengan khatulistiwa yang melintang mengitari bumi sampai daerah kutub. Adapun garis bujur merupakan garis tegak yang berjajar menghubungkan wilayah kutub utara dan selatan. Garis-garis tersebut merupakan garis khayal yang dipergunakan sebagai pedoman untuk menunjukkan posisi suatu daerah di muka bumi.
Letak astronomi adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia berada di antara 6o LU – 11o LS dan antara 95o BT – 141o BT.
Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau Weh di Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di 6o LU. Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Roti di Nusa Tenggara Timur yang berada pada 11o LS. Wilayah Indonesia paling barat adalah di ujung utara Pulau Sumatra yang berada pada 95o BT. Adapun wilayah Indonesia paling timur di Kota Merauke yang berada pada 141o BT.
1.       Garis Lintang
Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan khatulistiwa. Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan utara dan belahan selatan. Garis khatulistiwa atau garis equator atau garis lini adalah garis lintang 0o. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari.
Berdasarkan letak lintangnya, wilayah Indonesia berada di antara 6o LU – 11o LS. Hal ini menyebabkan Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri:
a.   memiliki curah hujan yang tinggi,
b.   memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,
c.   menerima penyinaran matahari sepanjang tahun,
d.   banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
2.       Garis Bujur
Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180o garis bujur timur (BT) dan 180o garis bujur barat (BB).
Perhitungan garis bujur 0o dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London. Garis bujur dipergunakan untuk menentukan waktu suatu daerah.
Letak astronomi Indonesia yang berada di antara 95o BT – 141o BT menjadikan Indonesia memiliki tiga daerah waktu, yaitu:
a.       Daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), meliputi seluruh Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia Barat memiliki selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).
b.       Daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa Tengara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur , Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT.
c.       Daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT.
C.      HUBUNGAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN PERUBAHAN MUSIM DI INDONESIA
Wilayah Indonesia berada di antara 6o LU – 11o LS dan merupakan daerah tropis dengan dua musim yakni musim kemarau dan penghujan yang bergantian setiap enam bulan sekali.Musim kemarau berlangsung antara bulan April sampai Oktober. Adapun musim penghujan berlangsung antara bulan Oktober sampai April. Terjadinya perubahan musim ini disebabkan oleh terjadinya peredaran semu matahari setiap tahun.
1. Peredaran Semu Matahari Tahunan
Peredaran semu matahari adalah gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23½o LU, kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju ke garis lintang balik selatan 23 ½o LS dan kembali lagi ke khatulistiwa.
Hal tersebut berpengaruh pada letak tempat terbit dan terbenamnya matahari yang setiap hari tidaklah sama . Setiap hari akan terjadi pergeseran dari letak terbit/terbenamnya dibandingkan dengan letak yang kemarin. Pergeseran ini disebabkan karena proses perputaran bumi mengelilingi matahari (revolusi), sehingga dapat diketahui bahwa yang berubah adalah posisi bumi terhadap matahari.
Akibat dari perputaran bumi yang mengelilingi matahari tersebut, maka mengakibatkan terjadinya pergeseran semu letak terbit/terbenamnya matahari.
Berikut ini bagan yang menunjukkan pergeseran semu letak terbit/terbenamnya matahari dalam satu tahun.
2.       Terbentuknya Angin Muson
Perubahan letak terbitnya matahari berpengaruh terhadap intensitas cahaya matahari pada wilayah yang berkaitan langsung dengan tempat lintasan peredaran semu matahari tersebut. Salah satu akibat dari peredaran semu tahunan matahari adalah terjadinya perubahan gerakan angin yang dikenal dengan nama angin muson. Angin muson adalah angin yang bertiup setiap 6 bulan sekali dan selalu berganti arah. Di Indonesia terdapat dua angin muson, yaitu:
a.       Angin muson barat
Bertiup setiap bulan Oktober sampai Maret, saat kedudukan semu matahari di belahan bumi selatan. Hal ini menyebabkan tekanan udara maksimum di Asia dan tekanan udara minimum di Australia, maka bertiuplah angin dari Asia ke Australia (tekanan tinggi ke rendah). Karena angin melalui Samudra Hindia, maka angin tersebut mengandung uap air yang banyak, sehingga pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia terjadi musim penghujan.
b.       Angin muson timur
Bertiup mulai bulan April sampai September, di mana kedudukan semu matahari di belahan bumi utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan tekanan udara di Australia tinggi, sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia. Angin tersebut melewati gurun yang luas di Australia, sehingga bersifat
kering. Oleh karena itu Indonesia saat itu mengalami musim kemarau.
D.      PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai paru-paru dunia.
Keberadaan hutan tropis yang subur merupakan surga bagi aneka satwa, mulai dari berbagai jenis hewan melata, mamalia, aneka ragam serangga sampai pada jenis burung. Faktor yang memengaruhi persebaran flora dan fauna:
1.   faktor bentang alam atau relief tanah,
2.   faktor manusia,
3.   faktor iklim, mencakup curah hujan, temperatur udara, angin, dan kelembapan udara,
4.   faktor tanah.
1.       Persebaran Flora di Indonesia
Beberapa jenis tumbuhan ada yang bersifat endemik, yaitu jenis tumbuhan yang hanya terdapat di Indonesia. Tumbuhan di Indonesia juga menunjukkan gejala cauliflora, yaitu adanya bunga dan buah pada batang dan dahan, serta tidak pada pucuknya.
Misalnya belimbing, durian, nangka, duku.
Aneka ragam jenis flora (dunia tumbuhan) bisa dijumpai di dalam hutan. Lalu apakah yang dimaksud dengan hutan itu?
Menurut UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967, hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati, alam lingkungannya, dan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan.
a.   Jenis hutan berdasarkan iklim digolongkan sebagai berikut.
1)     Hutan hujan tropis, dengan ciri-ciri:
a)   pohonnya berdaun lebar,
b)   daunnya menghijau sepanjang tahun,
c)   terdapat tumbuhan epifit, lumut, palem, dan pohon panjat sejenis rotan.
2)     Hutan musim, terdapat di daerah tropis yang memiliki musim hujan dan kemarau. Ciri-ciri hutan musim adalah:
a) pohonya jarang,
b) ketinggian pohon antara 12 – 35 meter,
c) pada musim kemarau daunnya meranggas dan musim penghujan bersemi.
3) Hutan sabana atau savana, yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan perdu. Hutan savana atau sabana banyak terdapat di daerah tropis yang curah hujannya relatif kurang. Di wilayah Indonesia, padang sabana banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara.
4) Hutan bakau atau mangrove, merupakan hutan khas di daerah pantai tropik. Keberadaan hutan bakau sangat membantu mengamankan pantai dari bahaya abrasi, yakni pengikisan lapisan tanah oleh gelombang laut. Kerusakan pantai disebabkan karena menipisnya hutan bakau yang banyak ditebang manusia.
b.   Berdasarkan jenis pohon, hutan diklasifikasikan:
1)     Hutan homogen, yakni hutan yang ditumbuhi hanya satu jenis tumbuhan saja. Misalnya hutan pinus, hutan jati.Hutan ini dibuat dengan tujuan tertentu, misal untuk penghijauan atau untuk industri. Hutan hasil reboisasi pada umumnya termasuk hutan homogen.
2)     Hutan heterogen, hutan yang ditumbuhi beranekaragam jenis tumbuhan. Hutan heterogen disebut juga sebagai hutan belukar atau hutan perawan. Misalnya hutan tropis.
c.   Berdasarkan fungsinya, hutan diklasifikasikan:
1)     Hutan lindung, hutan yang berfungsi
a)   Sebagai penyaring air ke dalam tanah untuk cadangan air tanah dan menghambat laju perjalanan air di dalam tanah. Hal ini disebut fungsi hidrologis.
b)   Mencegah banjir.
c)   Melindungi tanah dari erosi.
2)     Hutan suaka alam, yaitu hutan yang berfungi sebagai pelindung jenis flora dan fauna tertentu. Hutan ini terdiri dari suaka margasatwa dan cagar alam. Misalnya cagar alam Rafflesia Bengkulu untuk melindungi dan menjaga kelestarian Bunga Rafflesia Arnoldi.
3)     Hutan produksi, hutan yang berfungsi untuk diambil hasilnya sebagai bahan industri. Misalnya hutan jati, hutan karet, dan lain-lain.

penyakit sosial


(Macam-macam Penyakit Sosial yang ada dalam Masyarakat) – Segala tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilainilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dianggap sebagai bentuk penyimpangan.
bentuk-bentuk penyimpangan serta berbagai penyakit sosial yang ada dalam masyarakat bermacam-macam. Berikut ini berbagai penyakit sosial yang ada dalam masyarakat.
1 . Minuman Keras (Miras)
Minuman keras adalah minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 5%. Akan tetapi, berdasarkan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), setiap minuman yang mengandung alkohol, berapa pun kadarnya, dapat dikategorikan sebagai minuman keras dan itu diharamkan (dilarang) penyalahgunaannya. Adapun yang dimaksud penyalahgunaan di sini adalah suatu bentuk pemakaian yang tidak sesuai dengan ambang batas kesehatan. Artinya, pada dasarnya boleh digunakan sejauh hanya untuk maksud pengobatan atau kesehatan di bawah pengawasan dokter atau ahlinya.
Di beberapa daerah di Indonesia, terdapat jamu atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras.
Sebenarnya, jika digunakan tidak secara berlebihan jamu atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras tersebut dapat bermanfaat bagi tubuh. Namun, sangat disayangkan jika jamu atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras tersebut dikonsumsi secara berlebihan atau sengaja digunakan untuk mabuk-mabukan.
Para pemabuk minuman keras dapat dianggap sebagai penyakit masyarakat. Pada banyak kasus kejahatan, para pelaku umumnya berada dalam kondisi mabuk minuman keras. Hal ini dikarenakan saat seseorang mabuk, ia akan kehilangan rasa malunya, tindakannya tidak terkontrol, dan sering kali melakukan hal-hal yang melanggar aturan masyarakat atau aturan hukum. Minuman keras juga berbahaya saat seseorang sedang mengemudi, karena dapat merusak konsentrasi pengemudi sehingga dapat menimbulkan kecelakaan. Pada pemakaian jangka panjang, tidak jarang para pemabuk minuman keras tersebut dapat meninggal dunia karena organ lambung atau hatinya rusak terpengaruh efek samping alkohol yang kerap dikonsumsinya.
2. Penyalahgunaan Narkotika
Pada awalnya, narkotika digunakan untuk keperluan medis, terutama sebagai bahan campuran obat-obatan dan berbagai penggunaan medis lainnya. Narkotika banyak digunakan dalam keperluan operasi medis, karena narkotika memberikan efek nyaman dan dapat menghilangkan rasa sakit sementara waktu, sehingga pasien dapat dioperasi tanpa merasa sakit.
Pada pemakaiannya di bidang medis, dibutuhkan seorang dokter ahli untuk mengetahui kadar yang tepat bagi manusia, karena obatobatan yang termasuk narkotika mempunyai efek ketergantungan bagi para pemakainya.
Penyalahgunaan narkotika dilakukan secara sembarangan tanpa memerhatikan dosis penggunaannya. Pemakaiannya pun dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dihirup asapnya, dihirup serbuknya, disuntikkan, ataupun ditelan dalam bentuk pil atau kapsul. Pengguna yang kecanduan, merusak sistem saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Berikut adalah contoh zatzat yang termasuk dalam kategori narkotika.
a. Heroin
Heroin adalah jenis narkotika yang sangat keras dengan zat adiktif yang cukup tinggi dan bentuk yang beragam, seperti butiran, tepung, atau pun cair. Zat ini sifatnya memperdaya penggunanya dengan cepat, baik secara fisik ataupun mental. Bagi mereka yang telah kecanduan, usaha untuk menghentikan pemakaiannya dapat menimbulkan rasa sakit disertai kejang-kejang, kram perut dan muntah-muntah, keluar ingus, mata berair, kehilangan nafsu makan, serta dapat kehilangan cairan tubuh (dehidrasi). Salah satu jenis heroin yang banyak disalahgunakan dalam masyarakat adalah putauw.
b. Ganja
Ganja mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran. Dampak penyalahgunaan diantaranya adalah hilangnya konsentrasi, meningkatnya denyut jantung, gelisah, panik, depresi, serta sering berhalusinasi. Para pengguna ganja biasanya melakukan penyalahgunaan ganja dengan cara dihisap seperti halnya tembakau pada rokok.
c . Ekstasi
Ekstasi termasuk jenis zat psikotropika yang diproduksi secara illegal dalam bentuk tablet ataupun kapsul. Jenis obat ini mampu mendorong penggunanya berenergi secara lebih bahkan di luar kewajarannya. Hal ini menyebabkan pengguna berkeringat secara berlebih juga. Akibatnya, pengguna akan selalu merasa haus dan bahkan dehidrasi. Dampak yang ditimbulkan dari pengguna ekstasi, di antaranya diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala, menggigil, detak jantung tidak teratur, dan hilangnya nafsu makan.
d. Shabu-Shabu
Shabu-shabu berbentuk kristal kecil yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jenis zat ini menimbulkan dampak negatif yang sangat kuat bagi penggunanya, khususnya di bagian saraf. Dampak yang ditimbulkan dari pengguna shabu-shabu di antaranya penurunan berat badan secara berlebihan, impotensi, sariawan akut, halusinasi, kerusakan ginjal, jantung, dan hati, stroke, bahkan dapat diakhiri dengan kematian. Shabu-shabu dihirup asapnya. Para pecandu biasanya mengonsumsi shabu-shabu dengan menggunakan alat yang dikenal dengan sebutan bong.
e. Amphetamin
Amphetamin merupakan jenis obat-obatan yang mampu mendorong dan memiliki dampak perangsang yang sangat kuat pada jaringan saraf. Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini, di antaranya penurunan berat badan yang drastis, gelisah, kenaikan tekanan darah dan denyut jantung, paranoid, mudah lelah dan pingsan, serta penggunanya sering bertindak kasar dan berperilaku aneh.
f. Inhalen
Inhalen merupakan salah satu bentuk tindakan menyimpang dengan cara menghirup uap lem, thinner, cat, atau sejenisnya. Tindakan ini sering dilakukan oleh anak-anak jalanan yang lazim disebut dengan ngelem. Penyalahgunaan inhalen dapat memengaruhi perkembangan otot-otot sarat, kerusakan paru-paru dan hati, serta gagal jantung.
3. Perkelahian Antarpelajar
Perkelahian antarpelajar sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Perkelahian tersebut tidak hanya menggunakan tangan kosong atau perkelahian satu lawan satu, melainkan perkelahian bersenjata, bahkan ada yang menggunakan senjata tajam serta dilakukan secara berkelompok. Banyak korban berjatuhan, bahkan ada yang meninggal dunia. Lebih disayangkan lagi, kebanyakan korban perkelahian tersebut adalah mereka yang justru tidak terlibat perkelahian secara langsung.
Mereka umumnya hanya sekadar lewat atau hanya karena salah sasaran pengeroyokan. Kondisi ini jelas sangat mengganggu dan membawa dampak psikis dan traumatis bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Pada umumnya mereka menjadi was-was, sehingga kreativitas mereka menjadi terhambat. Hal ini tentu saja membutuhkan perhatian dari semua kalangan sehingga dapat tercipta suasana yang nyaman dan kondusif khususnya bagi masyarakat usia sekolah.
4. Perilaku Seks di Luar Nikah
Perilaku seks di luar nikah selain ditentang oleh norma-norma sosial, juga secara tegas dilarang oleh agama. Perilaku menyimpang ini dapat dilakukan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang belum atau bahkan tidak memiliki ikatan resmi.
Dampak negatif dari perilaku seks di luar nikah, antara lain, lahirnya anak di luar nikah, terjangkit PMS (penyakit menular seksual), bahkan HIV/AIDS, dan turunnya moral para pelaku.
5. Berjudi
Berjudi merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Hal ini dikarenakan berjudi mempertaruhkan harta atau nafkah yang seharusnya dapat dimanfaatkan.
Seseorang yang gemar berjudi akan menjadi malas dan hanya berangan-angan mendapatkan banyak uang dengan cara-cara yang sebenarnya belum pasti.
Indonesia merupakan salah satu negara yang melarang adanya perjudian, sehingga seluruh kegiatan perjudian di Indonesia adalah kegiatan illegal yang dapat dikenai sanksi hukum. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, aparat keamanan masih menolerir kegiatan perjudian yang berkedok budaya, misalnya perjudian yang dilakukan masyarakat saat salah seorang warganya mempunyai hajatan. Langkah ini sebenarnya kurang tepat, mengingat bagaimana pun juga hal ini tetap merupakan bentuk perjudian yang dilarang agama.
6. Kejahatan (Kriminalitas)
Kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Sementara itu secara yuridis formal, kejahatan adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merugikan masyarakat, sifatnya asosiatif dan melanggar hukum serta undang-undang pidana. Tindak kejahatan bisa dilakukan oleh siapa pun baik wanita maupun pria, dapat berlangsung pada usia anak, dewasa, maupun usia lanjut.
Tindak kejahatan pada umumnya terjadi pada masyarakat yang mengalami perubahan kebudayaan yang cepat yang tidak dapat diikuti oleh semua anggota masyarakat, sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental atau adanya kepincangan sosial. Oleh karena itu tindak kejahatan (kriminalitas) sering terjadi pada masyarakat yang dinamis seperti di perkotaan. Tindak kejahatan (kriminalitas) misalnya adalah pembunuhan, penjambretan, perampokan, korupsi, dan lain-lain.

IPS



A.PAHAM-PAHAM YANG MENDASARI MUNCULNYA PERGERAKAAN NASIONAL
Memasuki abad ke-20, muncul kesadaran rakyat Asia dan afrika untuk membangun suatu sikap agar mereka dapat bersatu dalam satu wadah. Sikap tersebut di bangkitkan oleh faham-faham berikut ini:
1.Nasionalisme 
Dalam pengertian luas, nasiolaisme adalah perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya. Perasaan itu timbul karena adanya kesamaan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan serta mengembangkannya sebagai milik bersama.
2.Liberalisme
Paham ini muncul sebagai reaksi atas perlakuan kaum bangsawan dan agamawan pada masa pemerii fantahan monarki absolut. Setiap individu harus patuh pada kekuasaan bangsawan dan tunduk pada agama. Esensi dari paham liberalisme terhadap  munculnya kesadaran berbangsa dan bernegara adalah keinginan untuk menentukan sendiri dalam bingkai keberadaan penyelenggaraan negara.
3.Sosialisme
Merupakan paham yang menekankan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan. Paham ini mengemuka sebagai reaksi terhadap kehadiran yang menganut liberalisme dengan cara mengeksploitasi kaum miskin. Kaum miskin akhirnya bangkit menyarakan agar segalanya menjadi milik bersama melalui institusi negara.
4.Pan-Islamisme
Merupakan suatu paham yang menginginkan atau mencita-citakan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat islam di seluruh dunia.
Paham ini lazim disebut dengan al-wahdah al-islamiyyah atau al-itihad al-islamiyyah.
Prinsipnya adalah umat islam merupakan suatu kesatuan yang utuh dan universal di seluruh dunia tanpa kecuali.
5.Demokrasi
Adalah suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemerintahan demokrasi seharusnya dilaksanakan oleh seluruh rakyat.
Karena dalam pengambilan keputusan tidak mungkin mengikutsertakan seluruh rakyat, dilakukanlah sistem perwakilan.
B.PerkembanganBeberapaGerakanKebangsaan di Asia Tenggara
Sebagian besar negara di Asia dan Afrika mempunyai nasib yang hamper sama, yaitu pernah di jajah oleh bangsa lain. Pola tingkah laku dan struktur masyarakatpun masih memiliki banyak persamaan sebagai Negara bekas jajahan.
Berikut ini akan dibahas perkembangan beberapa pergerakankebansaan di Asia Tenggara:
1.PergerakaanKebangsaan di Malaysia
Penjajahan Inggris di Malaysia bermula ketika Sultan Kedah yang pada saat menghadapi ancaman seranganKerajaan siam (Thailand) menawarkan Pulau Penang sebagi imbalan atas bantuan militer apabila inggris membantu kedah. Pulau penangpun dikuasai Inggris pada tahun 1791.
Pemerintah Inggris mengadakan perundingan untuk menyusun konstitusi.Hasil kesepakatan adalah membentuk Negara Federal dengan system parlemen dua kamar yang terdiri dari badan pilihan rakyat dan badan bentukan parlemen. Tahun 1957, federasi Malaya mendapat kemerdekaan dari Inggris.
2.Pergerakaan Kebangsaan di Filipina
Pergerakan kemerdekaan di Filipina berawal dari terbentuknya liga Filipina yang dipimpin Jose Rizal pada tahun 1892.ini dibentuk dengan tujuan melepaskan Filipina dari penjajahan Spanyol yang berlangsung 300 tahun.
Titik cerah perjuangan kemerdekaan Filipina terlihat ketika posisi Spanyol semakin lemah karena berperang dengan Amerika Serikat untuk memperebutkan pulau Karibia.
Situasi ini dimanfaatkan dan beraliansi denganAmerika Serikat untuk mengusir Spanyol.Spanyol pun menyerah dan Filipina diserahkan kepada Amerika Serikat.melihat keadaan sudah memungkinkan Filipina mengplokamirkan kemerdekaan pada 12 juni 1898.namun nasib Filipina juga tidak berubah ternyata Amerika Serikat juga ingin menjajah Filipina.
Filipina melakukan perang gerilia melawan Amerika Serikat.Tahun 1919, Filipina menuntut kemerdekaan, namun ditolak.Tahun 1934 Filipina dikukuhkan sebagai daerah persemakmuran.Setelah perang Dunia II berakhir.Barulah Amerika Serikat member kemerdekaan penuh pada Filipina pada 4 juni 1946.
3.Pergerakan Kebangsaan di Vietnam
Momentum kekalahan Jepang dalam perang dunia ke II dimanfaatkan untuk mengplokamirkan berdirinya Republik Demokratik Vietnam pada 2 september 1945. Perancis kembali menyerang Vietnam bulan oktober 1945.perang yang tidak berkesudahan yang telah memakan banyak korban mendorong Perancis untuk mengajukan tawaran perdamaian tahun 1945.
Perundinganpun dilaksanakan di Jenewa dan menghasilkan kesepakatan damai. Intinya, Perancis segera hengkang dari Vietnam.Kesepakatan tersebut juga memutuskan untuk membagi Vietnam menjadi dua negara.Vietnam Utara menjadi negara yang berhaluan komunis, sementara Vietnam Selatan menganut Liberalis.Akibat pembagian tersebut pecah perang saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan tahun 1956.perang berakhir dengan kemenangan Vietnam Utara 1975. Namun kedua Vietnam akhirnya dapat disatukan kembali tahun 1976 dengan nama Republik Sosialis Vietnam.
C.Terbentuknya Kesadaran Nasionalisme Indonesia.
Terbentuknya kesadaran nasionallisme Indonesia tidak hanya didorong faktor dari luar.Seperti perkembangan politik kolonial Belanda, tetapi juga faktor darI dalam seperti penderitaan rakyat indonesia.
1.PerkembanganPolitik Kolonial Belanda
Penderitaan rakyat akibat tanam paksa (1830-1870) menuai kritik terhadap pemerintah kolonial Belanda.Kaum liberal dalam parlemen Belanda mengusulkan perubahan sikap yang  mendasar dalam kebijakan pemerintah Belanda di Indonesia. Agar open deurpolitiek = politik pintu terbuka, bagi investasi swasta. Dengan demikian modal  swasta masuk ke Indonesia yang dapat membuka dan memperluas kesempatan kerja.
2.Sebab-sebab Kebangkitan Nasionalisme Indonesia.
a.Penderitaan Rakyat Indonesia
Rakyat Indonesia di bawah pemerintahan kolonial Hindia-Belanda banyak mengalami perlakuan yang tidak adil.Pelaksanaan tanampaksa, kerjarodi, perlakuan diskrimitif merupakan bukti sejarah yang tidak dapat dilupakan dari hati nuarani rakyat Indonesia.Pederitaan inilah  yang  mendorong para leluhur kita untuk mengangkat senjata danberusaha mengusir penjajah.
b.Perkembangan Politik Etis
Ketidakadilaan, kemiskinan, diskriminasi, pembodohan  yang  terjadi di Indonesia ternyata diamati oleh negarawan di Belanda.Kas negara Belanda telah terpenuhi oleh bangsa Indonesia.Bangsa Indonesia  telah berjasa membantu pemerintah Belanda.
c.Peranan sarana komunikasi dan transportasi
Perkembangan sarana komunikasi dan transportasi  yang  semakin baik turut membantu munculnya kesadaran berbangsa dan bernegara.Berbagai bentuk penderitaandansiksaan yang dialamirakyat Indonesia dapatdengancepatdiketahuikaumintelektual di dalam negeri dan luar negeri.Paham-paham pergerakan yang ingin kemerdekaan dan kebebasan juga dapat diakses melalui media.Semua itu menyentuh kesadaran rakyat Indonesia untuk mendapat kemerdekaan.
d.Pergerakan Nasionalisme di Asia dan Afrika.
Gerakaankebangsaan di beberapa neraga Asia dan Afrika turutan dildalam rangka mengerakan jiwa Kebangsaan.Peristiwa-peristiwa yang mengilhami antara lain:
  • keteladan Mahatma Gandhi dan Jawa harlal Nehru dalam rangka merebut kemerdekaan India dan Inggris.
  • Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905. Memberisinyal bahwa bangsa Asia dapat memenangkan pertarungan melawan bangsa Eropa.
  • Keberhasilan bangsa Filipiina mengusir Spanyol tahun 1898.
  • Keberhasilan rakyat China yang berhasil menurunkan kaisar yang korup di awal abad ke-20
d.Pergeseran dari rasa Etnik Kedaerahan/Golongan menujuIdentitas Kebangsaan Indonesia
Gerakaan ke pemudaan ini merupakan cikal bakal rasa persatuan bangsa dan negara.Para pemuda merubah taktik .Berbagai organisasi ke pemudaan mengadakan Diskusi, dan seminar  melalui pertemuan-pertemuan.Perasaan ke daerahan perlahan-lahan menjadi perasaan kebangsaan dan nasionalisme.Puncaknya adalah Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.dalam kongres tersebut , tercapaikran kebulatan tekad untuk meleburkan berbagai identitas etnik dan kedaerahan menjadi satu identitas Indonesia.
e.PerkembanganGerakanKebangsaan1Indonesia
Pergerakan nasional Indonesia dapat dibagi menurut periode perkembangannya:
1.Periode Awal
Pegerakan nasional Indonesia baru bergerak dalam bidang sosial dan budaya. Organisasi dan pergerakan yang mengemuka adalah Boedi Oetomo, Serekat Dagang Islam, dan Muhammadiyah.
2.PeriodeNasionalismePolitik
Pada tahap ini, pergerakan nasional Indonesia sudah mulai masuk ke bidang politik.
3.Periode Nasinalisme Radikal
Pada tahap ini, pergerakan nasional Indonesia  secara jelas mencantumkan tujuan untuk mencapai kemerdekaan.
4.Periode Nasionalisme Bertahan
Gerakan kebangsaan sudah lebih moderat dan memakai strategi dengan penuh pertimbangan .