Jumat, 11 Januari 2013

kondisi penduduk indonesia


Geografi-Kondisi Penduduk Indonesia

* Kondisi Penduduk Indonesia *
1. Permasalahan kuantitas penduduk Indonesia dapat diamati dari jumlah, pertumbuhan, kepadatan, dan komposisi penduduk yang mendiami wilayah Indonesia.
2. Di kawasan Asia tenggara, jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan pertama.
3. Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat.
4. Urutan jumlah penduduk terbesar di dunia :
a. Cina
b. India
c. Amerika Serikat
d. Indonesia
e. Brazil
5. Jumlah penduduk diketahui melalui sensus penduduk. Di Indonesia, sensus umumnya diadakan setiap 10 tahun.
6. Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Ukuran yang biasa digunakan adalah jumlah penduduk setiap 1 km² atau setiap 1 mil².
7. Kepadatan penduduk berhubungan dengan persebaran penduduk di wilayah-wilayah tertentu. Permasalahan dengan kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata.
8. Sejak sensus penduduk tahun 1961 piramida penduduk Indonesia berbentuk limas / ekspansif artinya pada periode tersebut jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada penduduk usia tua.
9. Seseorang dapat dikatakan berada di bawah garis kemiskinan jika mengkonsumsi pangan kurang dari 2100 kalori per hari dan tidak dapat memenuhi kebutuhan selain pangan, seperti sandang dan papan.
10. Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan berbagai masalah antara lain :
a. karena kurangnya SDM pada daerah yang jarang penduduknya, maka kekayaan SDA yang terkandung didalamnya menjadikurang termanfaatkan.
b. daerah yang padat penduduk terjadi kelebihan SDM
c. pengangguran
d. permukiman kumuh
e. kemiskinan
11. Susunan penduduk berbentuk limas memberikan konsekwensi terhadap hal-hal berikut :
a. penyediaan fasilitas kesehatan. Terutama bagi anak-anak pada usia pertumbuhan/ anak usia balita.
b. penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah, usia 7-15 tahun.
c. penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk usia kerja, usia 15-64 tahun.
d. penyediaan fasilitas social lainnya yang mendukung perkembangan penduduk usia muda.
12. Untuk mengatasi permasalahan jumlah penduduk, pemerintah melakukan upaya-upaya antara lain :
a. pengendalian jumlah dan pertumbuhan panduduk
b.pemerataan persebaran penduduk
13. Pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk dilakukan dengan cara menekan angka kelahiran, upaya yang dilakukan adalah :
a. pembatasan jumlah kelahiran
b. menunda usia perkawinan
c. meningkatkan pendidikan
14. Pemerataan persebaran penduduk dilakukan dengan
a. transmigrasi
b. pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya
15. Transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.
16. Peningkatan kualitas penduduk dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dimaksudkan agar penduduk setempat, terutama yang tinggal di luar pulau Jawa memperoleh fasilitas pendidikan yang berkualitas.
17. Untuk mencegah migrasi dari dsa ke kota dilakukan dengan
a. pemerataan pembangunan hingga pelosok
b. perbaikan sarana prasarana dipedesaan
c. pemberdayaan ekonomi pedesaan
18. Kualitas SDM Indonesia, merupakan indicator kualitas penduduk Indonesia. Seperti yang ditunjukan oleh Human Development Indeks(HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
19. Kualitas SDM didasarkan pada :
a. kesehatan
b. pendidikan 
c. pendapatan penduduk
20. Kualitas SDM berkaitan erat dengan kesehatan penduduk, jika penduduknya sakit-sakitan berbagai program pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik.
21. Angka pelayanan kesehatan berkaitan dengan jumlah dokter. Indicator lain yang menunjukan kualitas kesehatan penduduk adalah :
a. angka kematian ibu dan bayi
b. angka harapan hidup penduduk
22. Angka kematian bayi dihitung dari jumlah kematian bayi yang lahir dan hidup per seribu bayi dalam satu tahun.
23. Meningkatkan gizi penduduk suatu negara dapat menurunkan angka kematian bayi dan balita. Peningkatan tingkat gizi penduduk juga berkaitan dengan meningkatnya angka harapan hidup penduduk suatu Negara.
24. Angka harapan hidup adalah angka perkiraan sampai berapa lama orang tersebut dapat hidup sejak orang itu dilahirkan.
25. Kemajuan ekonomi yang diperoleh oleh suatu Negara disebabkan oleh keberhasilan mereka dalam meningkatkan mutu SDM, terutama dibidang pendidikan.
26. Keberhasilan yang dicapai Indonesia adalah karena adanya kebijakan dibidang pendidikan yang diprioritaskan pada pendidikan dasar. Jadi pendiikan merupakan modal pembangunan yang penting disamping kesehatan.
27. Kualitas pendidikan yang terdapat di Indonesia dapat dilihat dari :
a. lama sekolah
b. tingkat melek huruf penduduk.
28. Lama bersekolah penduduk di Indonesia masih tergolong rendah, rata-rata 4,6 tahun (4,9 untuk pria dan 4,3 untuk wanita), artinya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rata-rata masih berada pada taraf pendidikan dasar.
29. Seseorang dikatakan melek huruf jika orang tersebut dapat membaca. Artinya tidak buta huruf. Angka melek huruf merupakan salah satu indicator kualitas penduduk suatu Negara.
30. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1998 turut mempengaruhi upaya peningkatan melek huruf penduduk Indonesia.
31. Tingkat pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu Negara dalam satu tahun.
32. Tingkat pendapatan per kapita berkenaan dengan daya beli dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biasanya pendapatan per kapita dihitung engan mata uang dolar Amerika (US$).
33. Tingkat pendapatan per kapita dipengaruhi juga oleh jumlah penduduk miskin.
34. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, antara lain:
a. Untuk mengatasi bidang kesehatan, dilakukan :
- penyusunan pedoman gizi yang terjangkau penduduk
- dibangun fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas
- jumlah dokter dan perawat yang ada ditambah dan disebarkan ke seluruh pelosok tanah air
b. Untuk mengurangi siswa yang putus sekolah, dilakukan :
- diadakan kelompok belajar sistem paket dan sekolah terbuka
- program wajib belajar 9 tahun
- program orang tua asuh
- pemberian bea siswa bagi murid yang kurang mampu
c. Untuk mengatasi kesenjangan sosial, dilakukan :
- program pengentasan kemiskinan
- program peningkatan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga
35. Permasalahan kuantitas penduduk dapat dilihat dari :
a. jumlah penduduk
b. pertumbuhan penduduk
c. kepadatan penduduk
36. Permasalahan yang dihadapi dari bertambahnya jumlah penduduk antara lain :
a. pemenuhan akan makan
b. kebutuhan perumahan yang semakin besar
c. ketersediaan lapangan pekerjaan
d. meningkatnya jumlah pengangguran
37. Kebutuhan yang semakin besar, namun ketersediannya semakin terbatas bahkan tidak terpenuhi, akan berdampak pada pembangunan.
38. Ketidak merataan jumlah penduduk dapat menimbulkan tingkat kemiskinan yang tinggi pada daerah perkotaan dan pedesaan.
39. Permasalahan kualitas penduduk berdampak pada proses pembangunan karena indikator-indikator permasalahan kualitas penduduk sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pembangunan.
40. Permasalahan yang ditimbulkan dari kepadatan penduduk adalah :
a. persebaran kepadatan penduduk yang tidak merata
b. kurang meratanya pembangunan di Indonesia
c. terjadinya kesenjangan antara daerah yang pembangunannya maju dan yang pembangunannya kurang maju
41. Permasalahan kualitas penduduk yang berdampak pada pembangunan antara lain berupa :
a. pendidikan
b. kesehatan
c. tingkat pendapatan per kapita
42. Pendidikan merupakan modal dari kemajuan pembangunan. Di Indonesia, kualitas pendidikan yang baik keberadaannya tidak merata. Kendalanya adalah kurangnya anggaran pendidikan yang disediakan.
43. Kurang meratanya kualitas pendidikan yang dirasakan antara daerah perkotaan dan pedesaan, memberi dampak pada pembangunan yang kurang merata pada daerah-daerah di Indonesia.
44. Selain pendidikan kesehatan juga merupakan indikator dari keberhasilan suatu wilayah/negara. Bila suatu wilayah memiliki tingkat kesehatan yang baik maka pembangunan akan berjalan baik pula.
45. Indikator tingkat kesehatan suatu wilayah itu baik atau tidak dapat dilihat dari :
a. angka kematian ibu dan bayi yang rendah
b. angka harapan hidup yang tinggi
c. tingkat pemenuhan gizi
46. Pemenuhan gizi penduduk merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan. Apabila suatu wilayah telah memenuhi ketersediaan gizi penduduknya dengan baik, maka penduduk yang menjadi SDM dalam pembangunan akan dapat melaksanakan pembangunan dengan baik.
47. Permasalahan kualitas kependudukan berhubungan tingkat pendapatan perkapita suatu wilayah.
48. Pendapatan perkapita dapat dijadikan tolak ukur apakah wilayah tersebut telah berhasil dalam pembangunan atau tidak . karena semakin tinggi tingkat pendapatan perkapita suatu wilayah maka pembangunan dapat dikatakan tercapai.
49. Berdasarkan data dari Indeks Pembangunan Manusia (IMP) menunjukan adanya perbedaan yang mancolok di beberapa daerah. Di Indonesia perbedaan ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi seperti adanya konflik sosial yang terjadi di daerah yang mengakibatkan penurunan IPM. Sehingga daerah dapat dikatakan pembangunannya belum tercapai.
50. Permasalahan yang dihadapi Indonesian dalam bidang kependudukan adalah masalah kualitas dan kuantitas penduduk Indonesia sebagai SDM.
51. Permasalahan kuantitas penduduk di Indonesia dapat diamati dari :
a. jumlah
b. pertumbuhan
c. kepadatan
d. komposisi penduduk yang mendiami wilayah Indonesia
52. Permasalahan kualitas penduduk di Indonesia berkaitan dengan :
a. tingkat kesehatan
b. tingkat pendidikan
c. tingkat pendapatan per kapita penduduknya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar